Wednesday, 11 May 2016

Solo #1 : Keberangkatan!

Jadi tanggal 26 April malam, aku lagi nonton film tentang kelelawar. Jam setengah satu pagi, ayahku terbangun. Beliau main handphonelah. Sampai jam satu malam... Tiba-tiba dari mulutnya keluar kata-kata, "Teteh ga mau ke Solo?"
Mau lah, kataku. Sudah dua tahun keluargaku tidak ke Solo. Dengan mudah aku bisa me-recall rasa rinduku akan Solo dan orang-orangnya.

"Tapi kan ada pentas."

Ya, aku dan kawan-kawan Rumah Dunia saat itu tengah sibuk-sibuknya latihan untuk pentas kami pada tanggal 30 April 2016.
"Kan ditunda," kata Papahku. Aku berjengit. "Jadi ditundanya, Pah?" "Iya. "
"Jadi tanggal berapa?" "Nggak tahu juga, katanya sih tanggal 9."
Aku termangu.
"Makanya. Ke Solo, gih!"
"Ya udah, deh. Kapan?"
"Pagi ini aja, jam sepuluh Papah mau ke Jakarta naik kereta. Sekalian."

Aku langsung ngibrit ke kamar, bersiap.
Papahku tidak memberiku batas waktu kapan aku harus pulang. Aku juga tidak yakin pada janji tanggal sembilan mei, karena beberapa hal yang sudah kami lalui seperti digantung, dipehapein, de el el.

Aaa, pikiranku agak kalut. Si papah mah suka begitu. Apa kata mamah dan adik-adikku pagi nanti, ya?


Jam empat pagi aku selesai bersiap, wk, maklum, namanya juga perempuan! Agak banyak gitu bawaannya. Terus, aku bobo sampai jam setengah tujuh. Tenang, aku lagi tidak sholat. Aku sebelumnya terbangun karena mendengar suara Mamahku menanyakan persiapanku, lalu adik-adikku yang ribut, "Teteh mau ke Solo? Kok bisa?!" "Iya, teteh juga ngga tauuu." Kataku geli. "Maaah, kita kapan ke Solo?" Teriak mereka.


Dan begitulah! Mamah mengantar aku dan Papah ke stasiun Serang. Aku naik kereta Krakatau yang jalurnya dari Merak - Kediri. Aku akan berhenti di Stasiun Purwosari, katanya jam 22.59. Tiket yang tersisa hanya yang 300.000,-. Biasanya ada yang dua ratus ribuan. Ya sudah lah ya.

Papah minta gerbong yang dekat restorasi. Gerbong Restorasi if i'm not mistaken, ada diantara gerbong 4 dan 5, eh, apa gerbong 5 dan 6 ya? Ah, tanyain aja sendiri deh ya!

Oke, jadi ini pertama kalinya aku sendirian ke Solo. Tadinya, pernah berdua dua kali, sama sepupuku dan keduanya sama Mamah. And I'm thrilled!!

Papahku ngasih wejangan aja selama di jalan. Kami makan di restorasi dengan nasi goreng telur ceplok seharga 20.000,- dan Milo panas seharga 8.000,- . Tidak ada es batu di atas kereta, hanya ada mesin pendingin berisi minuman kemasan dan air mineral. Sebenarnya aku tida biasa makan nasi di pagi hari, tapi karena pengen nyoba, jojong. Sebenarnya lagi, ada Roti O yang dibanderol harga antara 9-12 ribu gitu.

Kami berpisah di Stasiun Tanah Abang. Papahku pergi. Dadah Papah...

Aku pun bobo. Aku pakai tas pinggang, jadi aku ngerasa cukup aman. Bobonya bisa selonjoran karena kereta masih cukup lengang. Disini banyak hal lucu yang bikin aku cecengiran. Oiya, toiletnya diluar ekspektasiku, enak! Sampai dua pertiga perjalanan, di toilet gerbongku, tisunya masih ada. Toiletnya juga lumayan luas, sekitar 2 x 2 m kali ya. Kacanya besar, dan ada wastafelnya dengan sabun cair! Me yay!

Papah mewantiku untuk mengobrol dengan orang dan berkenalan dengan mereka. Bahkan Papah memulainya duluan, iih, padahal aku juga bisa.
Well, menurutku selain bisa mendengarkan pengalaman mereka yang notabene lebih dewasa dariku, aku juga lebih aman, karena kalau ada orang yang mau jahat padaku saat aku tidur misalnya, orang-orang di dekatku pasti akan bertindak.

Oya, karena bawaanku yang sudah cukup banyak, tas beroda yang seperti koper, tas pinggang dan sling bag, aku malas saat disodori Papahku buku dari mobil untuk jadi teman perjalananku. Lah, bukunya The Rennaissant yang tuebel gila. Aku berkilah, toh ada handphone, kuota, power bank, dan tentu saja colokan di kereta!

Eh ternyata, aku menyesal. Lama ya di kereta itu.


Di jalan... aku masih bingung. Aku ke Solo untuk agenda apa? Rekreasi? Jadilah aku searching di google.

Eh lalu, aku merencanakan liburanku kali ini, ialah untuk silaturahim. Aku hubungi tetehku di Malang, temanku di Kediri, dan ibu guruku di Jogja. Kalau yang di Solo mah tidak usah ditanya :D

Gygylz Malang jauh juga! Kediri lumayan dekat, namun karena beberapa kendala aku tida jadi kesana.


Pukul 16.00 . Kereta masih di Bekasi. Serius?! Haaaaaah! Ada beberapa kendala sehingga kereta harus berhenti cukup lama beberapa kali. Beteeeee.

Aku mengabari eyangku, mungkin akan telat jauh. Mungkin aku baru sampai jam satu. Eh, diluar dugaan, setelah dari Bekasi, kereta berjalan cukup cepat dan bahkaaaaan sampai di Purwosari pukul 23.29 an! Hanya telat setengah jam! Padahal jam 16.00 nya kami masih di Bekasi.


So, my must-bring items are:
- Power Bank!
- Google Map App inside handphone
- Tas pinggang
- Sunglasses

Sebenarnya ada hal-hal cem alat mandi dan sunblock yang tak kubawa. Hiks. So fatal ryte.

Segitu dulu deh ya mancemans!
See you in Part 2.










Wednesday, 4 May 2016

Anxious at Time.

Bahwasanya perjalanan, ialah ujian.
Bukan permainan.
(Kok kayak lagu)

Aku menengok saat terjadi pembicaraan antara dua orang bapak. Yang satu baru saja datang saat bus yang kunaiki singgah di pemberhentian di Krapyak. Dan bapak yang satunya lagi. Ternyata menduduki kursi jatah bapak yang baru datang. Si bapak yang satunya lagi pun pindah. Dan bapak yang baru datang pun duduk. Perhatianku tersedot pada tas yang ia rengkuh diantara kedua tangannya, tas laptop hitam yang penuh dan cukup besar. Jelas isinya bukanlah laptop. Kenapa tidak dimasukkan bagasi? Pikiranku langsung melayang pada... Bom.

Astaga.
Pikiranku yang tadinya runyam, karena televisi di bagian depan bus yang tanpa henti memutar rekaman video konser tembang Jawa dengan biduan berrok mini dan suara centil yang melalaikan, dipadu dengkuran seorang Bapak anonim yang membuatku bergidik( Ah. Dengkuran kuranglah tepat, ngorok, ya, itu lebih pas!)... Perlahan mulai terfokus.


Bus kan tidak pakai sistem pengecekan barang bawaan seperti di pesawat. Bahkan, berat maksimal bagasi perorangan yang menurut ketentuan tertulisnya tidak boleh lebih dari sepuluh kilogram, cuma hoax belaka.

Aku langsung ngeri. Aku belum mau mati, Pak, Bapak siapa, ngajak-ngajak? Nanti oleh-olehku bagaimana? Hah, aku langsung terbayang ceret lukis yang baru kubeli untuk Papah... Ada diantara abu, masih berasap namun cukup utuh untuk dijadikan objek foto para wartawan untuk headline koran mereka.

Naudzubillah.

Aku membayangkan serpihan dagingku, merah, berserakan. Astaga.
Aku ingin sekali menanyainya perihal isi tasnya...

Ketika berangkat, jujur saja, aku tidak khawatir. Aku berangkat dengan kereta dan ketakutan terbesarku ialah mengenai tasku dan barang-barang berharga didalamnya.

Sedihnya, kemarin saat aku hendak membeli tiket kereta Solo-Serang du Stasiun Purwosari untuk hari ini, semua sudah ludes. Berhubung tidak ada kereta ke Serang dari Stasiun Balapan, aku yang bersepeda tepat setelah dzuhur, menyesal, lantas bersepeda lagi menuju terminal Tirtonadi yang... Yah, tidak dekat, ditambah lagi baterai handphoneku yang hampir habis sehingga aku tidak tega menggunakan google map. Jadilah aku nyasar-nyasar. Ntaps biez.

Membeli tiket bus adalah perjuangan, apalagi di terminal yang tidak kamu kenal, apalagi dengan BANYAKnya calo yang menyambut saat kamu memasuki pintu utama, apalagi saat kamu tidak bisa berbahasa Jawa dengan lancar, apalagi saat kamu sendirian secara fisik.

-

Sekarang. Ketika pulang menaiki bus, ya, aku kembali tersadarkan; perjalanan berarti mengambil resiko kemungkinan mati di tengah orang asing.

-

Aku pun agak takut, tulisanku ini jika hanya disimpan di notes handphone, maka saat busnya meledak... Tulisanku ikut terbuang, sia sia, bersama handphone yang remuk.

-

Dari Bella yang menitip doa.

Wednesday, 27 April 2016

♪ Ajarkan Aku - Sri Izzati ♪

Beritahu aku bagaimana jadi kuat sepertimu
Beritahu aku bagaimana untuk tak cemburu
Kau yang periang, bercahaya begitu terang
Aku sulit biarkan kamu berjalan sendirian
Lalu bagaimana untuk aku rela?
Kini tak ada lagi kita
Jalan kita sudah berbeda

Ajarkanlah aku untuk menerima
Bahwa hidup tak hanya untuk berdua
Ajarkanlah aku
Untuk tulus memberi dan tak lalu kemudian meminta

Kau yang periang bercahaya begitu terang
Aku sulit biarkan kamu berjalan sendirian

Lalu bagaimana untuk aku rela
Kini tak ada lagi kita
Jalan kita sudah berbeda

Hanya kamu dan dunia baru
Satu tanpa aku,
Temukanlah bahagia itu
Lalu ajarkan padaku..

Suatu hati kita satu jalan lagi
Ingatkanlah aku untuk tak lupa
Pelajaran yang kamu bagi
Untuk selamanya aku hidupi..





Thursday, 24 March 2016

#1 Me Sharing: An Evening, and Language.

Selamat sore menjelang malam!


Oke, ini udah Maret dan postingan terakhirku itu Februari. UGH. Aku baru aja liat blogku dan kedua postingan paling atas begitu halayium gambreng. Maafin, yaa. Hahaha. Ieuh banget itu ih.

Sebenernya, banyaak yang udah aku konsep di notes, dan udah aku erami sejak berbulan-bulan lamanyaaa... but all of them ended up lost.

Iya, handphoneku error beserta segala kontemplasi *Ciah* dan ribuan foto didalamnya. Well done. Ini semua gara-gara aku nyoba-nyoba aktifin TalkBack(settingan handphone untuk pengguna disabilitas atau tuna netra, dimana handphone kita bakal banyak ngomong sendiri).......... dan ujungnya hapeku malah ga bisa dibuka sama sekali. Hiks to the core. 

Takdir? Lebih ke sebab-akibat, sih. Suruh siapa iseng. At least I (forced myself to) learned.

Oke. Jadi ceritanya, sore ini, aku tertegun memandangi... langit.
Indah banget, sumpah.

Langsung ngucap dalam hati, "take me to the sky... the clouds so indyah. "


 Aku diem. Masjid-masjid di sekitar udah pada sholawatan. Dan burung-burung kuntul yang berombongan, mereka pulang, dipimpin ketuanya di depan. Wow. Incredibly beautiful. Aku bisa lihat gradasi sayap mereka, hitam, kelabu, putih, dengan anggunnya mengepak.

Ah, perasaan ingin jadi burung kembali datang.

Dan langit... semburat pinknya yang samar, pelan-pelan menguat. Berpadulah gumpalan kecil awan-awan kelabu dan putih, di atas langit pink dan ungu. The whole sky is a painted canvas. It's so beautiful I cried.

Udah lama aku nggak merhatiin langit, dan burung-burung, dan macam-macam pepohonan di sekelilingku dari atas. It's crazy. Aku jadi keingetan, bahwa aku cuma bagian kecil dari semesta yang begitu kaya dan berjalan dengan begitu teraturnya. Yang menciptakannya pastilah begitu hebat.

Yha, dipikir-pikir udah lama aku ngga mengheningkan diri sejenak, dan menyisihkan waktu buat mengagumi alam. Padahal aku butuh. Ternyata banyak benefitnya guys.


YA AMPUN, AKU NGERASA KO BIJAK AMAT YAH LIAT TULISAN DI ATAS.

Lanjut deh ah ya!

Yes, Ujian Nasional is coming! Woohoo!!! :D
" Kita Harus... Bergembira! " - Kak Perri Sandi, pemain teater sekaligus pelatih teater yang kece anet.

Yes, yes, yes! Ih, mau cerita dari mana, yaaa? Dari sini!
Jadi, aku bersyukuuur karena kemampuan bahasa inggrisku meningkat. :') Pas temen-temen ada yang masih bingung pas ngeliat soal bahasa inggris, alhamdulillah aku nggak terlalu lah. The sleepless night and busy break time are paid lah.

Trus suatu hari, temanku dari kelas seberang yang nggak sengaja kutemukan di supermarket and we ended up chatting because both of us were still waiting.

X: "Ih Bel, gue pengen les Inggris tau, dimana ya? Gue ga bisa... "
B: "Di Itu, X, Atau di Sanaa."
X: "Kamu bahasa inggrisnya bagus, kan? Kamu les di mana?"
B: "*tersipu* Nggak, ah. *padahal, emang masih jelek skillnya sebenernya* Dulu sempet di Blabla, sih X, tapi berenti soalnya malem, trus jauh anet. Cuma empat bulan..."
X: "Trus? Cukup itu empat bulan?"
B: "Eee ya engga lah! Trus lanjut belajar sendiri..."
X: "Gimana, sih, belajar sendiri?"
B: "Aku sih, cari artikel atau buku pakai bahasa Inggris, yang seru atau bermanfaat gitu. (atau yang lagi hip, lah.) Di internet kan banyak. Trus aku artiin, aku tulis artinya sama vocab barunya. Tapi ngartiinnya satu-satu..."
X: "... Hufh. Gampang ga sih?"
B: "Susah. Susah banget! Awalnya gitu. Tapi, lama-lama karena biasa, ya jadi bisa, X. 

Terus, aku kan anaknya nggak terlalu bisa menghafal arti kata-kata dalam jumlah banyak, ya. Aku cari cara supaya artinya bener-bener aku inget.

Caranya? Aku cari contoh kalimatnya(biasanya udah ada kok saat kita lagi nranslate satu kata di google translate), misalnya aku cari kata famine. artinya kan kelaparan karena ngga tersedianya makanan. trus aku cari gambarnya, kadang sambil ngucap beberapakali, famine, famine, --kemudian aku baper ketika lihat foto-fotonya. kemudian, aku berakhir dengan ngepoin News Africa. Well done.

 Ya jadi gitu, supaya nyangkol banget, aku cari contoh kalimatnya, gambarnya, trus kadang aku cari artikelnya. Jadi sambil menyelam makan ikan, kan.

Oya, selain itu ya aku demen bacain blog-blog yang pakai bahasa Inggris, trus kalau ada kata yang ngga aku tahu, aku kepoin. Kepo itu sebegitu pentingnya, loh! Kepo, kepo, kepo! Asalkan disalurin ke hal-hal yang berguna aja. Nggak ngepoin dia lagi ngapain, gitu. Euh, so last decade and immature.

Trus, aku teh baru tahun 2015 kemarin ngeberaniin diri nonton film engga pake subtitle. Sebelumnya aku selalu takut, Ish nanti aku ga ngerti, ish terlalu susah, ah belum bisa aku mah... gituuu aja. Trus aku beraniin. Awalnya masih ngga nangkep, tapi lama-lama banyak juga yang ketangkep. :')

Yes, sambil denger lagu yang baru sekali didenger juga aku dengerin, aku coba tebak dia ngomong apa sih secara jelasnya, gitu da..."

Kurang lebih gitulah pembicaraan kita. Trus yang aku rasa sih; kemampuan berbahasa itu harus dibarengi rasa percaya diri. Pede buat ngomong, pede buat salah, pede buat disorakin sok inggris... Kenapa? Karena ya kita memang sedang belajar, dan kita mau bisa!
Nggak usah itu, sok-sokan ngerti, jaga image supaya dikira ngerti, atau malah takut ngomong, takut pengucapannya aneh... jadi diaaam aja. Nggaak!!

Bahaya, itu! Karena bahasa tanpa praktik itu bullshit.


Kadang aku suka agak kasihan kalau liat orang yang posers gitu, berakting seolah jago anet, tapi ngomongnya gitu-gitu aja atau ngopi persis kata idolanya. Beneran gitu-gitu aja. Nggak ngerasain pahitnya belajar, cuma pengen keliatan keren.  

Cuma pengen kelihatan keren...

(Itu tuh orangnya, di masa lalu! Yha, dulu aku kayak gitu............... tapi kemudian aku belajar, kok.)


Lha, gitu lah. Ini postingan ga tahu diri, memang, bahasa Inggris masih kacau udah berani-berani nulis ala-ala Cara Gue Belajar Bahasa Inggris. Tapi... ya aku mau share ini, suka-suka aku lah ya. Semoga aja, bermanfaat. Nulisnya lama, lho. *usap airmata*

Senengnya sih, sekarang kalau searching, keywordnya bisa pakai bahasa Inggris. Karena artikel berbahasa Inggris mau nggak mau, saat ini sih jauh lebih komprehensif lah ya untuk mencari informasi worldwide. Kadang aku nemuin berita-berita dalam bahasa Indonesia itu, khususnya berita tentang dunia, hal-hal ngga penting banyak diblow gitu, terus kebenaran informasinya masih harus dipertanyakan. Kayak kita. Dih.

Seperti kata orang; mau belajar Sejarah Indonesia, pelajari Bahasa Belanda. Mau belajar ilmu agama Islam, pelajari Bahasa Arab...

So yeah, biarlah kita ngebahas suatu sore dan bahasa saja. See ya!




Friday, 19 February 2016

ZAYN OLDEST SISTER REACT TO PILLOWTALK.

Hola! Jadi kali ini aku mau ngebahas suatu karunia Allah SWT. Ialah...

Zayn Malik.

Jadi, aku teh baru bener-bener ngeliatin dia pas Zayn udah keluar dari 1D. Dan masya Allah, ganteng yaa. Plis, ini telat banget.

Eh btw. Judul postnya meuni khas youtubers pisan nyak. Hm.

So, it's about his Music Video... Pillowtalk. Kalian sudah menontonnya? Oke, lewati paragraf ini sampai kamu menemukan simbol ❤.

Jika kamu belum nonton, dan umurmu masih dibawah 16 tahun...well, sebagai manusia yang cukup konvensional, aku menyarankan kalian untuk tidak menontonnya. Yaa, I'm that oldies, hehe.

That MV contains kiss scenes and etc, dan ada hal hal yang kalau nggak kamu lihat, you'll be fine lah. bahkan, lebih baik jika kamu tunda, kamu tunggu, supaya pikiran kamu ngga teracuni hal hal yang sebenarnya belum waktunya otakmu terima.

apalagi, jika kamu selama ini berada dalam nuansa ketimuran yang kental.

* kemudianhening *

Oke. Lanjut ke MVnya. Zayn beradu akting dengan Gigi Hadid, gadis yang hingga hari ini, 19 Februari 2016, masih merupakan pacarnya.

Oke, mari kita berandai-andai kalau aku jadi kakaknya Zayn! Btw this is a subjective post yaa.

ZAYN OLDEST SISTER REACTION TO PILLOWTALK!!!!

"Zzaaayyeen! (I love spelling his name as Zayen tho. Hahaha)  Come here!"

"Apaan sih sister?"

"Sok sibuk lo! Sini ah! Itu video klip elo sama si Gigi, kok elo ngga bilang gueee?!"

"Kan elo pergi? Gue udah bilang mamah,  ko!"

"Ish, gue ga suka! Mikir sih elo tuh--"

"Gue mikir kali! Iya iya, ada kemungkinan gue sama dia bakalan putus, terus so what? Gue ini yang divideoin. Gue ga masalah, gue ga takut!"

"Tapi itu over tau ga? Lo terlalu ngumbar emuah-emuah lo sama doi! Lah intinya masalahnya ya Gigi eta. KENAPA GA PAKE MODEL AJA SIH. NYARI SENSASI AJA LU AH."

"That's what everyone do, doing it with models while they had their own girlfriend... or boyfriend. I won't. I love her at this moment and that's enough. I'm gonna love her bravely."

"So... you kinda break the rule. Oke.

Tapi kalau gue nih, misalnya cowok gue pernah bikin lagu.  dan gue baru tahu kalau video klipnya isinya emuah-emuah dia sama mantannya yang dulu.... GUE SIH BAKALAN GONDOK BANGET. All of my friends will make jokes about me. Like comparing me to her. Or panas panasin me.

Ugh.

Lagian... It's so dull. Lama-lama enek, Zayen... and it'll create more drama in the future.

I can't tell you what to do. But sometimes there should be a line between your work and your private life. There are things better unexposed...

You've created wonderful tunes and hype tempo. It's absurd how lovely they are. But darling... darling. You have power, you have viewers. You have crowds. Please use it for good..

That's all I want to say!"

Kemudian Zayn merenung. Trus aku minta traktir dari honor dia. Ha.

Sunday, 14 February 2016

Sunday, 7 February 2016

Halo halo, Bandung!

Selamat tanggal 7 Februari!
Sebenernya agak sedih... udah nggak spesial lagi tanggalnya. 😂
Jadi, tanggal 6 ini aku habiskan dengan jalan-jalan sendirian di Bandung!

Nggak usah sok-sokan takut sama kata sendiri, deh.

Oiya teman-teman, ini quick post, ya. Masih fresh from the oven!♡

And it's my first time thooo, walking around Bandung all by myself... and the google map, honestly. Hehe. Sebelumnya selalu ada temennya...

Jadii, ayah ibuku ada acara di daerah unpad jatinangor,  trus lanjut ke UIN,  sejak dzuhur hingga malam, pukul 23.15. Adik-adikku ikut. Aku males(apalagi ngebayangin macetnyaaa.... no way!), jadilah ku ditinggal sendiri. Disuruh muter-muter sendiri. Sedihnya, nomor kontak pada hilang... Jadilah I left with no relations to call on.

Makaa... aku berangkat pukul 13.23. Sebelumnya,  aku bobo dulu terus searching soal wisata kuliner khususnya di daerah sekitarku. Maklum, lapherz. Dari situ, aku dapat nama Nasi Goreng SPG, Cuanki, Bebek apa gitu, banyak deh,  tapi lupa, nanti aku update lagi insya Allah. Trus aku muter-muterin sekitar Kebon Kalapa. Nemu Nasi Goreng SPG tapi ramai sekalii, jadi aku cus aja terus. Jalanlah aku terus hingga Alun-alun Bandung, lalu Museum KAA...

Sebelum jalan Naripan, aku duduk dulu, dan lihat Google Map. Darisanalaah aku menemukan bahwaaaa ada kedai roti yang dekat,  di Jalan Braga! Dan kabar-kabarnya, ini bakery pertama di Bandung!

Oiya, tanggal 5, hari Jum'at kemarin lusa, kami sekeluarga makan di Ampera Kebon Kalapa... Ampera Pertama, tjuy! Cikal bakal Ampera yang ada di kotamu...

Aku nyobain macam-macam makanan... tapi yang aku suka cuma tahu kuning,  sayur asem sama udang. Yang lainnya terlalu banyak bumbu di lidahku. Dan masakan di Ampera mayoritas melalui banyak proses pemasakan. Kalau udah gitu, nutrisinya kemanaaa? Hehe, hampira nyak, aku emang banyak mikir kalau soal makanan😂

---

Kembali ke tanggal 6!

Aku laper, agak kedinginan dan pengen makan bakso atau sop,  tapi... aku melangkah juga ke bakery roti itu!

Namanya Sumber Hidangan.

Kemarinnya aku ke Braga, tapi aku nggak lihat.

Menurut banyak artikel yang aku baca, selain menjual pangan roti dan kukis, Sumber Hidangan juga punya empat menu non-roti; Bistik (Sapi/Babi) (ini menu andalan, lho!), Nasi Goreng, dan dua menu lainnya yang aku lupa. Hehe.

Ada juga es krim, sorbet, dan minuman yang sepertinya sangat enak...

Oiya, nama roti-roti dan kukisnya kebanyakan masih ditulis dengan bahasa Belanda, lho. Yang melayani pengunjung ialah Oma-Oma, Opa-Opa, atau yang usianya kukira bisa dipanggil Tante atau Om. Dan mereka dengan sabar, akan menjelaskan isian roti ataupun jenisnya pada pembeli yang bertanya,  karena tak ada keterangan di daftar menu rotinya!

Tampaknya bisnis ini dijalanin sama satu keluarga besar...

Oya, suasananya nyaman. Tenang, teduh, tapi juga hidup dengan keluarga besar yang menjalankan kedai itu... ramainya itu pas banget, lho. Padu, mencipta harmoni yang nikmat untuk diresapi. *Haciq.*

Kedai ini memang tidak membutuhkan alunan musik atau beku AC...

pokoknya disana, hatiku tuh kayak udah mau teriak-teriak, aku sukaaa!♡ yang kayak gini niiih!!

Kedainya berjiwa...

oke, sekarang kita ngomongin menu yaa.

Es krimnya aku pilih Cafè Glacè(12k), es krim rasa moka dengan taburan kacang.

DAN KACANGNYA ENAK BANGETTTT!!! Kacangnya kaya nougat gitu.

Trus rotinya aku pilih roti kayu manis, dan dua lagi roti ber-filling Udang dan Daging Sapi. Tadinya aku nyari sus, tapi udah habis.

DAN YANG UDANG ENAKKKS BANGET. Bread crumbsnya sampai jaratohan ke rok sama jaket aku, tapi teu nanaon.
Kalau yang kayu manis, ngenyangin banget itu roti. Yang isi daging sapi, aku kurang suka.

Rotinya sekitar 8k-10k deh...

Trus aku keluar dengan bahagia.
Trus aku muter-muter lagi, dan pulang ke hotel jam lima lewat.
Sekarang aku ngantuk banget...

Bon nuit🙋!

Your fella,
Bella♡

Popular Posts

Blogger templates

Powered by Blogger.