Saturday, 21 January 2017

So I'm here, alive and all!

    hello! Some of you were asking where’s the new post?!? So here it is. Hehe.

To be honest, ada terlalu banyak hal yang perlu aku tuliskan, dan juga ingin aku tulis. Tapi ngambil waktu tidur buat nulis seems like not my option anymore, karena sekarang aku butuh waktu tidur semaksimal mungkin (since i'm already saying goodbye to sleeping pills and messed-up sleeping-time tho) dan hari ini, im having my pretty-off-day meskipun sebenarnya tugas masih menumpuk, tapi mari menulis Bells!


Some of my friends and adults around me ask, 

emang udah siap Bel keluar negeri sendiri? Jauh-jauh gitu? Nggak takut apa? Hehe.

 Biasanya aku Cuma senyum dan jawab seadanya, kayak, “Nggak sih. Paling nanti disana nangis.” Hehe. 


Aku nggak bisa bilang kalau aku nggak masalah dengan rasa sakit, tapi rasa-rasanya aku ini memang cukup tertarik dengan yang namanya rasa sakit. Hehe. Kecuali kulit yang teriris ya, itu sungguh aku nggak tahan.

Rasa sakit disini, maksud aku ya kayak kesedihan, kesepian, sakit hati, gitu-gitu deh. 


Ketika di Tiongkok kemarin, di kelas seni melukis pakai cat air, aku mikir, apa yang mau aku gambar ya, dan yang aku gambar adalah ini. Ini ceritanya mamahku ketika muda. Heueue. 



Ketika gambarnya udah mau jadi, datanglah berbagai macam pikiran, kayak hal-hal yang udah dilakukan mamah dan papah aku sampai aku bisa disini, gimana nanti aku akan jauh dari mereka, dan kemudian aku gakuat dan akhirnya nangis. Kaya sekarang. Hehe. 


Jadi, teman-teman, sebenarnya meninggalkan rumah ini, kota ini bukan hal yang mudah buatku. Karena, nanti kalau aku pergi siapa yang urus ini, itu, ini, itu, ini, itu? Kalau mamah sakit, siapa yang masak di tengah malam dan kalau gas abis gimana kalau adik-adikku nggak kepikiran cara lain untuk masak? Nanti nenekku gimana, anak-anak muridku? 

Tapi, Mamah dan Papahku mendorongku. (Ya, mereka sama sekali bukan orang yang egois. Aku nggak tau aku bakalan bisa punya 1/100 dari sifat mereka itu atau nggak.) 


Sejujurnya, setiap kali aku pergi dari kota ini, itu berarti—aku fokus pada diriku. Pada mimpi-mimpiku, fokus pada proses dan tujuan pembelajaranku… dan ketika di rumah, aku berusaha untuk ngebantu orang lain, proyek mereka, dan lahin-lahin. 


Yang aku bayangkan, hari-hariku disana nanti pasti akan cukup banyak sesi nangis-nangisnya. 

Tapi, siapa tahu kesedihan yang dianugerahkan padaku itu menjagaku untuk tetap waras, untuk lebih mendekat kepada Nya, untuk lebih memantapkan langkahku. 


Suatu saat kamu akan pulang Bel, kamu akan menetap di suatu tempat, karena itu sekarang gunakan waktumu sebaik mungkin untuk melangkah, untuk melihat sejauh mungkin. Telan rasa sakitnya, nikmati setiap perihnya, sambil berdoa dan luruskan niat sering-sering. Beberapa kali aku ngomong sendiri dalem hati kayak gitu. Heueueue.

suatu saat, kesedihan ini akan habis. jatah hidupmu akan habis. ujian ini akan selesai. semua ini sementara. sementara. hold on.

astaga, semoga Ia tuntun kita ya.

*feelings come* 

Teehe.

Bells

Sunday, 20 November 2016

English in Creative Ways - Rumah Dunia

Haloou! Sebagai bagian dari Rumah Dunia, saat inii kami lagi bikin kegiatan English Class. 
And since today is sunday, hari ini kami akan sharing pembelajaran yang fun dan kreatif gitu, katanya mah. :D

Pagi ini giliran anak - anak SD. Materi hari ini... FLAVOUR! Rasa.


Menggunakan media  :

- air + garam ( Rasa asin / salty )
- air + gula   ( Rasa manis / sweet )
- air + perasan jeruk nipis ( Rasa asam / sour )
- sirop kiwi asem (Rasa asam / sour )
- sambal ( Rasa pedas / spicy )
- Richeese nabati ( Rasa enak / delicious / yummy )


yang dibutuhkan :
- sendok untuk tiap peserta
- slayer / penutup mata, minimal dua

Cara bermain :

1. Pertama, anak - anak dikenalkan dengan kata - kata baru (vocab) mengenai rasa. Disini kami menggunakan tulisan hasil print-out dengan font yang catchy, sehingga lebih menarik, dan bagi anak-anak yang kekuatan visualnya kuat, syukur-syukur bisa keinget gambaran tulisannya. Gambar dari tiap elemen rasa dan barang yang merepresentasikan rasa tersebut juga di print. Anak - anak juga diminta menulis kata - kata baru, karena ilmu itu kalau ngga ditulis bisa lari. :D



 ( gambar ini diambil setelah pembelajaran selesai, jadi udah mencar-mencar gambar dan tulisannya)


2. Sebelumnya, anak - anak dibagi jadi 2 kelompok secara merata. Lalu, setelah diterangkan, dan mengucapkan kata-kata diatas bersama-sama selama beberapa kali, mereka diberi waktu untuk mengingat kata-kata baru tersebut. 

3. Setiap anak yang benar menebak, akan mendapat satu poin. Kemudian, anak - anak diberitahu bahwa di akhir permainan, kelompok dengan total nilai terbanyak... maka seluruh anggota kelompok tsb akan mendapat poin tambahan satu. Hal ini diharapkan agar anak-anak termotivasi untuk membantu teman satu kelompoknya mengingat materi, karena mereka kan ingin kelompoknya menang gitu.



4. Setelah waktu persiapan habis, dimulailah permainan. Anak - anak diminta berbanjar sesuai kelompok. Setiap anak diberikan sendok, yang harus dia jaga sampai permainan selesai.

5. Juri / pendidik mencicipi setiap air berasa di depan anak-anak. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada hal-hal berbahaya di dalam air tersebut.


6. Kemudiaan, kedua anak paling depan matanya ditutup pakai slayer, lalu juri / pendidik mengambil sendok mereka dan menuang air berasa, lalu mereka disuruh menebak dan menyebutkan rasanya dalam bahasa Inggris.


 Permainan ngarang-ngarangan ini, dibuat dua ronde saja, karena anak-anak sudah kapok mencicip air garam, air jeruk nipis, sambal, yang rasanya... :D














Selama permainan, anak - anak diberi pengertian untuk bermain sportif, alias ngga ada celetukan-celetukan ngasih hint ke temannya. Ya, pelan-pelan ajalah. :D

We're not teachers sebenarnya... jadi mohon maaf kalau ada yang salah dan sok-sok tahu. Aku pribadi sih, sebagai seorang murid dan pembelajar ( aciq ), materi yang nyantolnya lama sekali di pikiranku itu rata - rata yang:

- dipelajari dengan cara yang menyenangkan
- melibatkan perasaan ( a s i k )
- melibatkan indera
- berkaitan dengan hal - hal yang juga , atau pada akhirnya, aku pahami. Bisa jadi jalinan cerita gitu. ( azek )

Jadinya berkesan, gitu. Materinya keingetan terus.


Gitu deh! Setelah permainan selesai, anak - anak penasaran nyicip rasa yang nggak ia dapet. Nah, ini harus diperhatikan gitu, takutnya ada yang sakit apa, kan bahaya kalo nular. Naudzubillaaah.
Oya, sebelum hari H pelaksanaan materi ini, anak - anak alangkah lebih baik diberitahu untuk menggunakan pakaian yang tidak berwarna putih. Takut sambelnya menclok-menclok.



So that was it! :) See you, fella.

Luv,
Bella.


Popular Posts

Blogger templates

Powered by Blogger.